KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kedua ponsel ini sama-sama flagship kelas atas untuk pasar 2026, tapi tidak bisa dibilang pesaing langsung yang identik. Vivo X300 E yang dibanderol sekitar Rp12,4 jutaan jelas mencoba merebut hati pengguna yang menginginkan kemampuan kamera setara flagship mahal tanpa harus merogoh kocek lebih dalam. Sementara OnePlus 15 di harga Rp16 jutaan memosisikan diri sebagai ponsel serba bisa dengan spesifikasi paling mutakhir di atas kertas.
Kami menyusun perbandingan ini berdasarkan data spesifikasi resmi dan klaim pabrikan yang dirangkum dari Gizmochina. Perlu dicatat, ini adalah perbandingan spesifikasi, bukan hasil uji jangka panjang—durabilitas dan kualitas foto aktual baru bisa dipastikan lewat pemakaian nyata selama berminggu-minggu.
OnePlus 15 membawa panel LTPO AMOLED 165Hz dengan dukungan Dolby Vision dan HDR10+. Teknologi LTPO ini penting karena memungkinkan refresh rate turun otomatis hingga 1Hz saat menampilkan konten statis, yang berdampak langsung pada efisiensi baterai. Vivo X300 E sebenarnya tidak kalah menarik dengan AMOLED 144Hz-nya yang sanggup mencapai kecerahan puncak 5000 nits—angka gila yang sangat membantu keterbacaan layar di bawah sinar matahari tropis.
Untuk gaming dan konsumsi video, OnePlus 15 tetap pilihan lebih baik. Refresh rate lebih tinggi memang terasa, tapi yang lebih krusial adalah dukungan Dolby Vision yang membuat konten Netflix atau YouTube HDR tampil lebih optimal. Vivo unggul di satu skenario: kamu yang sering menggunakan ponsel di luar ruangan siang hari akan merasakan bedanya.
Di atas kertas, Snapdragon 8 Elite Gen 5 di OnePlus 15 jelas lebih bertenaga daripada Snapdragon 8 Gen 5 di Vivo X300 E. Inti CPU yang lebih cepat dan GPU Adreno 840 membuat OnePlus lebih siap untuk gaming berat jangka panjang dan multitasking ekstrem. Vivo sendiri sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk penggunaan harian—game berat pun tetap lancar—tapi untuk pengguna yang memegang ponsel selama 3-4 tahun, headroom performa OnePlus terasa lebih aman.
Varian memori juga jadi pembeda: OnePlus menawarkan hingga 16GB RAM dan 1TB penyimpanan, sementara Vivo berhenti di 12GB RAM. Untuk content creator yang sering menyimpan video 4K, opsi penyimpanan besar ini bukan sekadar gimmick.
Kapasitas baterai keduanya nyaris identik—7200mAh untuk Vivo dan 7300mAh untuk OnePlus. Keduanya memakai teknologi silikon-karbon yang lebih padat energi. Perbedaan besar justru ada di kecepatan pengisian: OnePlus 15 mendukung 120W kabel dan 50W nirkabel, sementara Vivo hanya 90W kabel tanpa pengisian nirkabel.
Bagi pengguna di Indonesia yang sering mobile, pengisian nirkabel 50W bukan fitur sepele—terutama di kantor atau mobil yang sudah punya wireless charging pad. OnePlus juga membawa fitur bypass charging yang memungkinkan ponsel tetap dingin saat gaming sambil dicharge. Ini fitur yang sangat dihargai pemain game berat.
Ini bagian paling menarik. Vivo X300 E memakai optik Zeiss dengan kamera utama 50MP OIS, telefoto periskop 50MP 3x zoom, dan ultrawide 8MP. OnePlus 15 membalas dengan ultrawide 50MP ber-autofocus, telefoto periskop 50MP dengan zoom 3,5x, plus fitur fokus laser dan sensor spektrum warna.
Untuk fotografi still, keduanya diperkirakan imbang di kamera utama, tapi OnePlus unggul di ultrawide yang resolusinya jauh lebih tinggi. Vivo justru menang telak di kamera depan: sensor 50MP dengan autofokus dan kemampuan video 4K jelas lebih unggul untuk para pencinta selfie dan vlog dibanding kamera 32MP milik OnePlus.
Namun untuk perekaman video, OnePlus 15 menghancurkan Vivo. Dukungan 8K dan 4K pada 120fps adalah fitur yang biasanya hanya ada di ponsel ultra-premium. Kalau kamu sering merekam video aksi atau butuh slow-motion berkualitas tinggi, ini alasan kuat memilih OnePlus.
Vivo X300 E di harga Rp12,4 jutaan menawarkan value luar biasa: kamera Zeiss, baterai 7200mAh, dan selfie 50MP. OnePlus 15 dengan harga Rp16 jutaan meminta tambahan Rp3,6 juta untuk Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar LTPO 165Hz, pengisian 120W, ultrawide 50MP, dan kemampuan video yang jauh lebih serius.
Vivo X300 E adalah pilihan tepat kalau prioritasmu fotografi harian, daya tahan baterai, dan selfie. OnePlus 15 jelas lebih worth it untuk gamer berat, content creator video, dan pengguna yang menginginkan ponsel dengan performa paling depan selama bertahun-tahun.
Satu catatan penting: Vivo X300 E tidak mendukung pengisian nirkabel dan kamera ultrawide-nya hanya 8MP—dua kekurangan yang cukup terasa di kelas harga ini.